Dirgahayu Polwan ke – 73 Semoga Polisi Wanita menjadi pelopor profesionalisme dalam Polri.

Dikutip dari bengkulu.polri.go.id, pada masa penjajahan Belanda terjadi serangan besar-besaran.

Akibat serangan tersebut terjadi arus pengungsian dimana-mana.

Pria, wanita dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan.

Pengungsian besar-besaran itu berpotensi menimbulkan masalah jika ada penyusup atau kriminal di antara pengungsi yang masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasai Republik.

Saat ada kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak atau wanita, para pengungsi perempuan menolak digeledah oleh Polisi pria.

Karena itulah para pejabat kepolisian seringkali meminta bantuan kepada istri-istrinya untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

Menyadari akan kebutuhan petugas wanita untuk menjalankan tugas-tugas kepolisian yang tidak dapat dilakukan oleh Polisi pria, maka pimpinan Polri pada saat itu memutuskan untuk menjadi polisi wanita.